Thursday, September 10, 2009

Ginseng VS Sarang Burung Walet

ginseng Beberapa hari yang lalu saya pergi ke mal bersama teman-teman saya. Di mal tersebut sedang diadakan pameran ginseng. Di antara ginseng-ginseng tersebut, ada satu yang menarik perhatian saya, bahkan mungkin setiap orang yang melewati stan pameran itu. Ginseng penarik perhatian tersebut memiliki tinggi 1 meter dan harga yang ditawarkan adalah Rp 700 juta!! Tentu saja itu adalah ginseng terbesar dan termahal di pameran itu. Jadi, sebenarnya apa saja sih manfaat ginseng sampai pantas dilabeli harga Rp 700 juta?

Di mal itu juga saya melihat adanya toko sarang burung walet. Sumber daya alam selain ginseng yang katanya memiliki khasiat mumpuni dan harga yang mahal pula. Sebenarnya apa saja sih manfaat kedua ‘suplemen’ ini? Dan manakah yang lebih berkhasiat? 

Ginseng

Kata ginseng selalu identik dengan korea, padahal ginseng juga tumbuh di Cina dan Jepang. Keunggulan Ginseng Korea, kata Prof. Kim, kondisi iklim yang cocok untuk pertumbuhan, lingkungan pertumbuhan yang tidak tercemar, pengalaman budidaya selama 1000 tahun dan mengandung saponin yang beraneka ragam.

Selain Ginseng Asia diatas, tanaman yang genusnya panax adalah Ginseng Amerika dan Ginseng Siberia. "WHO mengakui hanya Ginseng Asia saja sebagai bahan yang berguna untuk pengobatan," kata Proffesor Kim Si-kwan dari jurusan life Science Fakultas Biomedik & Ilmu Kesehatan Universitas Konkuk, Korea, dalam seminar Ginseng Korea di Jakarta.

Ginseng Korea yang dibuktikan dari ilmu kedokteran modern bermanfaat untuk menangkal diabetes, berfungsi sebagai anti kanker, menangkal pengerasan arteri dan tekanan darah tinggi, mengurangi lemak dalam darah, memelihara liver dan usus, menghilangkan penyakit maag dan usus.

Ginseng Korea ini juga berfungsi menawarkan mabuk karena minuman keras, anti keletihan dan stres, menahan proses penuaan, menunjang kegiatan otak, menunjang sirkulasi darah, meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, pengobatan anemia, berfungsi mengendalikan radioaktif, memelihara kebugaran tubuh dan meningkatkan reproduksi dan fungsi seksual.

Sarang Burung Walet

Meludah di beberapa negara seperti Singapura, Hong Kong dan RRC dilarang secara hukum.  Tapi toh di negara dengan penerapan hukum sekeras Singapura sekalipun, tetap ada satu mahluk yang tak dilarang meludah, bahkan justru dianjurkan karena bisa meningkatkan devisa negara. Mahluk yang ludahnya begitu berharga itu tak lain dan tak bukan adalah burung walet.

Setiap hari, sepasang walet betina dan jantan bergantian
membuat sehelai sarang dengan cara mengoleskan air liur mereka ke
dinding gua, dinding tebing, ataupun atap rumah. Ingat..Satu satu hari
hanya mengoleskan satu helai sarang aja. Jadi jangan heran, untuk
membuat sarang saja dibutuhkan waktu sekitar 33-41 hari. Malah, pada
saat musim kemarau, pembuatan sarang bisa lebih lama, sekitar 80 hari.

Sarang burung walet yang berwarna putih lebih mahal harganya. Sarang burung yang putih bersih, harganya bisa mencapai 14 juta rupiah/kg, sedang yang hitam paling hanya sekitar 1 atau 2 juta/kg. Ada juga, sarang burung yang memiliki serat – serat merah di sarangnya seperti darah. Itu harganya jauh lebih mahal lagi, yaitu sekitar 17 juta/kg. Satu ons sendiri kurang lebih terdiri dari 10 sarang.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Prof. Y. C. Kong, sarang burung walet memiliki kandungan protein yang sangat tinggi, bahkan lebih tinggi dari telur sekalipun. Kandungan protein tersebut berguna untuk regenerasi sel, kekebalan tubuh, dan antioksidan.

Sarang burung walet juga membantu mengoptimalkan sistem endokrin tubuh dan fungsi tubuh lainnya, sehingga menguatkan tubuh, menjaga kelembapan kulit, menjaga kecantikan, menghasilkan energi, dan membakar lemak. Baik juga dikonsumsi bagi kesehatan ibu dan janin selama dan setelah masa kehamilan.

Kegunaan lainnya antara lain menyembuhkan paru-paru dan organ-organ tubuh, menyembuhkan panas dalam, melancarkan peredaran darah. Selain itu, sup sarang burung walet dijadikan simbol makanan mewah dan bergengsi karena harganya yang mahal.

Kedua bahan alam ini ternyata benar-benar memiliki manfaat bagi tubuh secara medis. Dari harga, tentu saja ginseng jauh lebih bernilai. Namun, apakah khasiatnya juga jauh lebih baik? Yang pasti kedua bahan alam ini sangat baik dikonsumsi tubuh dan menciptakan prestise tersendiri bagi para konsumennya.

No comments:

Post a Comment