Sunday, April 28, 2013

Cerita dan Kutipan Perahu Kertas

Perahu Kertas adalah novel karya Dewi "Dee" Lestari yang diterbitkan pada tahun 2009. Perahu Kertas juga telah dibuatkan versi filmnya pada tahun 2012, yang terdiri dari 2 bagian. Saya pribadi hanya pernah menikmati versi film dari Perahu Kertas. Banyak pelajaran yang bisa dipetik mengenai perjuangan meraih cita-cita dan kedewasaan dalam hubungan antar manusia, khususnya dalam percintaan. Posting ini lebih merupakan kumpulan kutipan dari Perahu Kertas. Peringatan! Membaca posting ini sangat bersifat spoiler.

Tokoh utama Perahu Kertas adalah Kugy, gadis remaja yang sangat berbakat dalam menulis. Kugy kemudian mengambil kuliah jurusan sastra dan memiliki rencana untuk segera mencari kerja setelah lulus. Kemudian, setelah memiliki kehidupan yang mapan, Kugy baru akan mengerjakan passion terbesarnya untuk menjadi seorang penulis dongeng.  

"Aku harus bisa mandiri, punya penghasilan yang jelas, baru setelah itu… TER-SE-RAH. Aku gak tau kamu selama ini di planet mana, tapi di planet yang bernama Realitas ini, aturannya ya begitu." -Kugy Alisa Nugroho a.k.a Kugy Karmachameleon.

“Berputar menjadi sesuatu yang bukan kita, demi bisa menjadi diri kita lagi.”

“Aku bisa kerja di sini, bisa.. tapi nggak cinta.” -- Kugy.

Kugy kemudian berkenalan dengan Keenan, pemuda yang sangat berbakat dalam melukis. Akan tetapi, Keenan malah mengambil jurusan manajemen karena tuntutan ayahnya. Keenan tidak setuju dengan rencana hidup Kugy yang berusaha menjadi 'orang lain' lebih dulu baru kemudian menjadi dirinya yang sejati sebagai penulis dongeng.

“Apa yang orang bilang realistis, belum tentu sama dengan apa yang kita pikirin. Ujung-ujungnya kita juga tahu kok, mana yang diri kita sebenernya, mana yang bukan diri kita. Dan kita juga tahu apa yang pengen kita jalani." -- Keenan.

“Jalan kita mungkin berputar, tetapi satu saat, entah kapan, kita pasti punya kesempatan jadi diri kita sendiri. Satu saat kamu akan jadi penulis dongeng yang hebat. Saya yakin.”


Setelah membaca cerita dongeng yang dituliskan Kugy, Keenan kemudian terinspirasi untuk membuat ilustrasi untuk cerita Kugy. Kugy sangat senang melihat ilustrasi yang dibuat oleh Keenan. Keduanya semakin bersemangat untuk menjalani passion mereka yang sesungguhnya.

Hari ini aku bermimpi,
Aku bermimpi menuliskan buku dongeng pertamaku.
Sejak kamu membuatkan ku gambar-gambar ini,
Aku merasa mimpiku semakin dekat.
Belum pernah sedekat ini.
Aku bermimpi bisa selamanya menulis dongeng.
Aku bermimpi bisa berbagi dunia itu bersama kamu dan ilustrasi mu.
Karena bersama kamu aku tidak takut lagi menjadi pemimpi.
Karena hanya bersama kamu segalanya terasa dekat,
Segala sesuatunya ada,
segala sesuatunya benar.
Dan bumi hanyalah sebutir debu dibawah telapak kaki kita.
Selamat ulang tahun..
-- Surat Kugy untuk Keenan.


"...aku nggak bisa maksain diri menyukai apa yang sebetulnya bukan minatku, walaupun aku mampu. Aku juga nggak bisa pura-pura lupa dengan cita-citaku, impianku. Biarpun satu dunia ngegoblok-goblokin aku, tapi memang ini yang aku mau. Aku pingin jadi penulis dongeng. Dari dulu sampai sekarang ... nggak pernah berubah." -- Kugy.

"Kita nggak pernah tahu kalau nggak dicoba." -- Kugy.

Keenan kemudian berkenalan dengan Wanda, mahasiswi jurusan kesenian yang sangat menyukai lukisan karya Keenan. Wanda kemudian membukakan jalan bagi Keenan untuk memamerkan lukisannya pada galeri milik orang tua Wanda. Keenan semakin mantap untuk menjadi pelukis setelah lukisannya habis terjual pada pameran. Keenan menyatakan niatnya untuk berhenti kuliah kepada kedua orang tuanya. Hal ini mengakibatkan Keenan harus meninggalkan keluarganya. Belakangan diketahui bahwa lukisan-lukisan Keenan sebenarnya dibeli oleh Wanda karena Wanda sangat mencintai Keenan. Kenyataan ini menyebabkan Keenan menjadi putus asa dalam upayanya untuk hidup dari melukis.

“Nyerah sama realistis itu beda tipis..” -- Keenan.

"Tidak akan ada masa depan bila tidak ada masa lalu. Pengkhianat terbesar adalah harapan kosong. Kenyataan terpahit adalah kenyataan yang tak setinggi harapan itu."


“Nggak semua dongeng harus happy ending, apalagi realitas.” -- Karel.

Kugy kemudian menyelesaikan kuliahnya dan mendapat pekerjaan sebagai copywriter. Keenan tinggal di Bali dan belajar melukis dengan Pak Wayan. Kugy kemudian pacaran dengan Remy, atasan Kugy di kantor. Keenan juga kemudian pacaran dengan Luhde. Akan tetapi, saat mereka kembali bertemu, Kugy tidak dapat menyangkal bahwa hatinya masih mencintai Keenan.

“Aku gak mau sepuluh, dua puluh tahun dari hari ini, aku masih terus-terusan memikirkan orang yang sama. bingung di antara penyesalan dan penerimaan.” -- Kugy.

“Buat apa dia kembali? Buat apa muncul sejenak lalu menghilang lagi nanti?

Keenan yang mengetahui perasaan Kugy kemudian mencari Kugy dan mengungkapkan perasaannya kepada Kugy. Akan tetapi, Keenan tidak mau menyakiti Luhde maupun Remy, sehingga mereka memutuskan untuk tetap pada pilihan yang telah mereka ambil.

“Empat tahun saya kepingin bilang ini. Kugy Karmachameleon, saya cinta sama kamu. Dari pertama kali kita ketemu, sampai hari ini, saya selalu mencintai kamu. Sampai kapan pun itu, saya nggak tahu. Saya nggak melihat cinta ini ada ujungnya.” -- Keenan.

"Sekarang, saat ini saja, untuk beberapa detik saja, aku ingin bersikap egois. aku ingin melupakan semua orang, mengabaikan dunia, dan melupakan asal usul latar belakangku. tanpa beban, tuntutan, ataupun harapan, aku ingin mengaku. Aku mencintaimu."


“Hati kamu mungkin memilihku, seperti juga hatiku selalu memilihmu. Tapi hati bisa bertumbuh dan bertahan dengan pilihan lain. Kadang, begitu saja sudah cukup. Sekarang aku pun merasa cukup.” -- Keenan.


Remi menemukan surat Kugy kepada Keenan dalam buku dongeng yang dihadiahkan oleh Kugy. Remi pun memutuskan untuk melepaskan Kugy agar dapat mencari kebahagiaan Kugy yang sesungguhnya.

“Kepala kamu akan selalu berpikir menggunakan pola seharusnya, tapi yang namanya hati selalu punya aturan sendiri. Secerdas-cerdasnya otak kamu, nggak mungkin bisa dipakai untuk mengerti hati."

“Carilah orang yang nggak perlu meminta apa-apa, tapi kamu mau memberikan segala-segalanya.” -- Remi.
 

"Aku ngelepas kamu supaya kamu gak terus-terusan berusaha ngebahagiain aku, karena hati kamu udah gak di sini." -- Remi.

Luhde juga akhirnya melepaskan egonya untuk tetap memiliki Keenan dan melepaskan Keenan supaya dapat bersatu dengan Kugy.

"Jatuh cintalah pelan-pelan, jangan sekaligus. Berat nanti" -- Nasihat Wayan kepada Luhde.

“Hati itu dipilih, bukan memilih…  Bertahan atau melepas, bagaimana hatimu, tergantung hatimu, hatimu yang tahu.” -- Wayan.

“Saya belajar dari kisah hidup seseorang. Hati tidak pernah memilih. Hati dipilih. Jadi, kalau Keenan bilang, Keenan telah memilih saya, selamanya keenan tidak akan pernah tulus mencintai saya. Karena hati tidak perlu memilih. Ia selalu tahu kemana harus berlabuh” -- Luhde.

"Saya ingin melepas Keenan pergi. Sebelum kita berdua berontak, dan saling benci. Atau bersama-sama cuma karena menghargai." -- Luhde.


"Kamu sudah pernah ada juga sudah cukup." -- Luhde.

Pada akhirnya, Kugy dan Keenan berhasil mendapatkan kesejatian yang berasal dari hati terdalam mereka, baik dalam cita maupun cinta.

"Ini bukan dongeng. Ini hidup. Harus berani dihadapi. Ikuti saja kata hati kamu. Kemanapun itu hati tidak bisa bohong"

“Pada akhirnya, tidak ada yang bisa memaksa. Tidak juga janji atau kesetiaan. Tidak ada. Sekalipun akhirnya dia memilih untuk tetap bersamamu, hatinya tidak bisa dipaksa oleh apapun, oleh siapapun.”

“Hati tidak pernah memilih. Hati dipilih. Karena hati tidak perlu memilih. Ia selalu tahu ke mana harus berlabuh.”

No comments:

Post a Comment