Sunday, November 3, 2013

If Today were The Last Day of My Life

Pada umur 17 tahun, Steve Jobs menemukan kutipan sebagai berikut: “If you live each day as if it was your last, someday you’ll most certainly be right.” Terjemahan bebasnya kurang lebih adalah "Jika kamu hidup setiap hari seolah-olah itu hari terakhirmu, suatu hari pasti kamu akan benar."

Kutipan tersebut sangat membekas di hati Steve Jobs muda. Sejak hari itu, setiap paginya Steve Jobs selalu melihat ke cermin dan bertanya pada diri sendiri: "Jika hari ini adalah hari terakhir saya, apakah saya ingin melakukan apa yang akan saya lakukan hari ini?" Dan apabila jawabannya "Tidak" untuk beberapa hari ke depan, maka Steve Jobs tahu bahwa sudah waktunya untuk melakukan suatu perubahan.

Bagi Steve Jobs, "mengingat bahwa dia akan segera meninggal" merupakan alat yang sangat penting baginya dalam membuat pilihan-pilihan besar dalam hidupnya. Hampir semua hal - ekspektasi orang lain, semua kebanggaan diri, semua ketakutan dan kemaluan akan kegagalan - semuanya menjadi tidak penting di hadapan kematian. Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk tidak mengikuti kata hatimu.
 
Yang tersisa hanyalah apa yang sebenar-benarnya penting dan berharga bagi diri kita sendiri. "Mengingat bahwa Anda akan segera meninggal" merupakan cara terbaik untuk menghindari terjebak dalam pikiran bahwa kita akan kehilangan sesuatu. Di hadapan kematian, realitas menjadi tidak berarti. Pendidikan, penghasilan, jabatan semuanya menjadi tidak valid.

Hidup kita di dunia ini hanya sementara. Jangan habiskan umur kamu menjalani kehidupan orang lain. Jangan terjebak oleh dogma yang membuat kamu hidup berdasarkan pemikiran orang lain terhadap kamu. Apa yang orang bilang realistis belum tentu sama dengan apa yang ada di pikiran kita. Jangan biarkan suara orang lain menenggelamkan suara hati kamu yang paling dalam. 

Dan yang paling penting adalah miliki keberanian untuk mengikuti intuisi dan suara hati kamu. Hati kamu sudah tahu apa yang sebenarnya paling kamu inginkan. Hati kamu tidak akan bisa lupa dengan cita-cita dan impianmu. Hati kamu tidak akan bisa berpura-pura menyukai apa yang sebenarnya bukan minatmu, walaupun kamu mampu menjalaninya.   

Meskipun satu dunia ngegoblok-goblokin kamu, jadilah apapun yang dibisikkan oleh hati kamu. Mau kemana pun itu, hati tidak akan pernah bisa bohong. Kemudian, saat kamu merasa takut, taruh tanganmu di dada dan katakan "Aal izz well!".

Dalam mengikuti suara hatimu, kemungkinan akan ada banyak hal yang kamu korbankan. Misalnya penghasilan kamu menjadi lebih sedikit, rumah yang kamu miliki kecil, kamu tidak punya mobil lagi, dan lainnya. Tetapi, kamu akan menjadi bahagia. Kamu akan menjadi lebih bahagia. Kamu harus merasa lebih bahagia. Karena apa pun yang kamu lakukan, kamu telah melakukannya dengan sepenuh hatimu.

1 comment: