Saturday, August 10, 2013

Lessons from The Life of A Salesman

Hal yang paling saya senangi dari pekerjaan saya sebagai marketing/sales adalah kesempatan untuk bertemu dengan berbagai macam orang dari berbagai latar belakang. Saya seringkali mendapatkan banyak pengetahuan dan pandangan yang bermanfaat bagi setiap aspek kehidupan saya.

Berikut saya share pengalaman yang saya dapat ketika diskusi mengenai marketing/sales dengan salah seorang vice president director di sebuah perusahaan manufaktur. Beliau adalah seorang expert dalam sales/marketing, khususnya international marketing.

Beliau bertanya kepada saya, "Apa sih produk perusahaan kamu yang paling susah dijual? Apa sih yang seharusnya dijual seorang marketing/sales?"

"Produk yang paling susah dijual adalah diri sendiri."

Beliau melanjutkan dengan bertanya; "Mengapa diri sendiri?"

"Karena customer tidak akan membeli produk kamu apabila dia sudah lebih dahulu tidak menyukai diri kamu."

Semua sales pada dasarnya menjual produk yang sama, yakni dirinya sendiri.

"Bagaimana cara menjual diri kita?"

"Dengan menjadi pribadi yang SMS-Suka Membuat Senang, bukan SMS-Suka Membuat Susah orang."

Kuncinya menjadi bermanfaat dan menyenangkan bagi semua orang

Pertanyaan yang harus terus menerus kita tanyakan kepada diri sendiri adalah "Bagaimana kita dapat selalu dan dapat lebih lagi memberikan manfaat bagi orang lain?"

Bangun hubungan dengan orang lain yang saling menguntungkan, bertumbuh bersama-sama, dan etis.

Bisnis seringkali mendengungkan mengenai marketing mix yang terdiri dari 4P, yakni product, price, place, dan promotion. Tetapi, sebenarnya "P" yang paling penting dalam marketing/sales itu sendiri adalah people.

Demikian juga apabila seseorang ingin memiliki usahanya sendiri. Selalu ingat bahwa segala sesuatu berawal dari people. Siapa kamu dan orang yang mengenal kamu itu lah yang membantu kamu menjalankan usaha. Hampir semua permasalahan dapat diatasi dengan memiliki hubungan yang baik dengan orang-orang yang tepat.

Tugas kita adalah menabung; menabung uang, menabung ilmu, menabung hubungan baik yang bermanfaat bagi orang lain. Seiring waktu, kesempatan-kesempatan baru akan terbuka.

Inilah etos hidup yang seharusnya diadopsi setiap anak muda. Seringkali anak muda terjebak dalam keinginan untuk sukses secara instan. Seringkali anak muda lebih banyak berkutat dengan harapan dan rencana kosong mengenai kesuksesan. Anak muda seringkali melupakan proses dan fondasi kehidupan yang seharusnya dibangun terlebih dahulu.

Beliau kembali bertanya kepada saya, "Siapa sih customer yang paling susah dipuaskan?"

Menurut beliau, customer yang paling susah dipuaskan adalah diri sendiri. Diri kita selalu menuntut pekerjaan yang lebih baik, atasan yang lebih baik, jabatan yang lebih tinggi, gaji yang lebih besar, fasilitas yang lebih banyak, dan sebagainya.

Beliau mengingatkan saya untuk selalu ingat untuk mensyukuri segala sesuatu yang telah saya miliki dalam kehidupan saya. Beliau juga mengingatkan untuk senantiasa memagari diri kita dari segala hal yang negatif, dan senantiasa mengingatkan diri sendiri apabila terjebak dalam pikiran yang negatif. Salah satu caranya adalah dengan beribadah.

Jadilah selalu pribadi yang bermanfaat dan menyenangkan bagi orang lain. Tumbuhkan jaringan, reputasi, pengetahuan, pengalaman, tabungan Anda. Latih attitude yang baik, senantiasa bersyukur dan bersabar. Dengan demikian, niscaya kesuksesan dapat dicapai dengan cepat.

No comments:

Post a Comment