Friday, November 22, 2013

Inspiring Graduation Speech Againts Our Education System

Berikut adalah pidato berjudul "Here I Stand" yang disampaikan wisudawan terbaik Erica Goldson pada acara wisuda di Coxsackie-Athens High School, New York, tanggal 25 Juni 2010.

Ada sebuah kisah tentang seorang murid Zen yang masih muda tetapi tekun bertanya kepada gurunya, "Jika saya bekerja sangat keras dan tekun, berapa lama waktu yang dibutuhkan bagi saya untuk menemukan Zen? Master memikirkan hal ini, kemudian menjawab, "Sepuluh tahun." Murid itu kemudian berkata, "Tapi bagaimana kalau saya bekerja sangat, sangat keras dan benar-benar melatih diri supaya belajar dengan cepat - Berapa lama waktu yang saya butuhkan?" Jawab Guru, "Nah, dua puluh tahun." 

"Tapi, jika saya benar-benar, benar-benar bekerja keras, berapa lama waktu yang saya butuhkan?" tanya si murid."Tiga puluh tahun," jawab sang Guru. "Tapi, saya tidak mengerti," kata murid dengan kecewa. "Setiap saya mengatakan akan bekerja lebih keras, Anda mengatakan bahwa saya akan membutuhkan waktu lebih lama. Mengapa Anda berkata begitu?"
 Jawab Guru,"Bila Anda memiliki satu mata pada tujuan, Anda hanya memiliki satu mata di jalan."

Ini adalah dilema yang saya hadapi dalam sistem pendidikan di Amerika. Kami sangat terfokus pada tujuan, apakah itu lulus tes, atau lulus sebagai yang terbaik di kelas. Namun, dengan cara ini, kami tidak benar-benar belajar. Kami melakukan apa yang diperlukan untuk mencapai tujuan kami. 

Beberapa dari kalian mungkin berpikir, "Nah, jika Anda lulus ujian, dan kemudian menjadi pembaca pidato perpisahan, tidak mungkin Anda tidak belajar sesuatu? Ya, Anda belajar sesuatu, tetapi tidak semua yang seharusnya bisa Anda pelajari. Mungkin, Anda hanya belajar bagaimana untuk menghafal nama, tempat, dan tanggal untuk kemudian melupakan dan mengosongkan pikiran Anda untuk tes berikutnya. Sekolah tidak memberikan apa yang terbaik yang dapat dilakukannya. Bagi kebanyakan orang, sekolah hanyalah tempat dimana mereka memiliki tujuan agar dapat lulus secepat mungkin.

Saat ini saya telah meraih tujuan tersebut. Saya lulus. Seharusnya saya menganggapnya sebagai sebuah pengalaman yang menyenangkan, terutama karena saya adalah lulusan terbaik di kelas saya. Namun, setelah direnungkan, saya tidak bisa mengatakan kalau saya memang lebih pintar dibandingkan dengan teman-teman saya. Yang bisa saya katakan adalah kalau saya memang adalah yang terbaik dalam melakukan apa yang diperintahkan kepada saya dan juga dalam hal mengikuti sistem yang ada. 

Di sini saya berdiri, dan seharusnya bangga bahwa saya telah selesai mengikuti periode indoktrinasi ini. Saya akan pergi musim dingin ini dan menuju tahap berikut yang diharapkan kepada saya, setelah mendapatkan sebuah dokumen kertas yang mensertifikasikan bahwa saya telah sanggup bekerja.

Tetapi saya adalah seorang manusia, seorang pemikir, pencari pengalaman hidup – bukan pekerja. Pekerja adalah orang yang terjebak dalam pengulangan, seorang budak di dalam sistem yang mengurung dirinya. Sekarang, saya telah berhasil menunjukkan kalau saya adalah budak terpintar. Saya melakukan apa yang disuruh kepadaku secara ekstrim baik. Di saat orang lain duduk melamun di kelas dan kemudian menjadi seniman yang hebat, saya duduk di dalam kelas rajin membuat catatan dan menjadi pengikut ujian yang terhebat.
 

Saat anak-anak lain masuk ke kelas lupa mengerjakan PR mereka karena asyik membaca hobi-hobi mereka, saya sendiri tidak pernah lalai mengerjakan PR saya. Saat yang lain menciptakan musik dan lirik, saya justru mengambil ekstra SKS, walaupun saya tidak membutuhkan itu. Jadi, saya penasaran, apakah benar saya ingin menjadi lulusan terbaik? Tentu, saya pantas menerimanya, saya telah bekerja keras untuk mendapatkannya, tetapi apa yang akan saya terima nantinya? Saat saya meninggalkan institusi pendidikan, akankah saya menjadi sukses atau saya akan tersesat dalam kehidupan saya?
 

Saya tidak tahu apa yang saya inginkan dalam hidup ini. Saya tidak memiliki hobi, karena semua mata pelajaran hanyalah sebuah pekerjaan untuk belajar, dan saya lulus dengan nilai terbaik di setiap subjek hanya demi untuk lulus, bukan untuk belajar. Dan jujur saja, sekarang saya mulai ketakutan……. 

John Taylor Gatto, pensiunan guru dan aktivis wajib belajar, menegaskan, "Kita dapat mendorong kualitas terbaik dari anak muda - rasa ingin tahu, petualangan, ketahanan, kemampuan untuk melihat pandangan yang mengejutkan hanya dengan menjadi lebih fleksibel tentang waktu, teks, dan ujian, dengan memperkenalkan anak-anak kepada pribadi dewasa yang kompeten, dan dengan memberikan setiap siswa apa otonomi yang dia butuhkan untuk mengambil resiko di masa sekarang dan di masa depan. Tapi kita tidak melakukan itu." Berada di dalam dinding ini, kita semua diharapkan untuk menjadi sama. Kita dilatih untuk harus mendapat nilai baik dalam suatu standar ujian, dan mereka yang menyimpang dan melihat cahaya melalui lensa yang berbeda tidak berharga dalam sistem pendidikan publik, dan karena itu dilihat dengan hina. 

H. L. Mencken menulis dalam "The American Mercury" pada April 1924 bahwa tujuan pendidikan umum tidak "untuk mengisi kaum muda dengan pengetahuan dan membangkitkan kecerdasan mereka.... Tidak ada yang lebih benar dari pada ini. Tujuannya adalah ... hanya untuk mengusahakan sebanyak mungkin individu berada dalam suatu standar tingkatan yang aman, untuk mengembangbiakkan dan melatih warga-warga yang sesuai dengan standar, untuk menghilangkan perbedaan pendapat dan orisinalitas. Itulah tujuannya di Amerika Serikat." 

Untuk mengilustrasikan gagasan ini, apakah itu mengusik Anda untuk belajar tentang "berpikir kritis?" Apakah benar ada hal seperti sebagai "tidak kritis berpikir?" Untuk berpikir adalah untuk memproses informasi dalam rangka membentuk suatu opini. Tetapi jika kita tidak kritis ketika memproses informasi ini, apakah kita benar-benar berpikir? Atau kita tanpa berpikir menerima pendapat lain sebagai kebenaran? 

Ini terjadi padaku, dan jika bukan karena guru bahasa inggris kelas 10, Donna Bryan, yang memungkinkan saya membuka pikiran saya dan mengajukan pertanyaan sebelum menerima doktrin buku teks, saya pasti sudah hancur. Saya sekarang tercerahkan, tapi pikiran saya masih berasa lumpuh. Saya harus melatih diri saya kembali dan selalu mengingatkan diri saya betapa gilanya tempat yang seharusnya merupakan tempat yang paling waras. 

Dan sekarang saya di sini dalam dunia yang dikendalikan oleh rasa takut, sebuah dunia yang menekan keunikan yang ada di dalam diri kita masing-masing, sebuah dunia di mana kita bisa menyetujui omong kosong manusiawi mengenai korporatisme dan materialisme atau pun memperjuangkan untuk terjadinya perubahan. 

Kami tidak dihidupkan oleh sistem pendidikan yang secara terselubung mempersiapkan kami untuk pekerjaan yang bisa dikerjakan secara otomatis, untuk pekerjaan yang tidak perlu dilakukan, untuk perbudakan tanpa kesungguhan untuk meraih suatu pencapaian yang berarti. Kita tidak memiliki pilihan dalam hidup ketika uang merupakan sumber motivasi kita. Sumber motivasi kami seharusnya berasal gairah, tapi gairah ini hilang sejak kita melangkah ke dalam sistem yang malah melatih kita, bukannya menginspirasi kita. 

Kita lebih dari sebuah rak buku robotik, yang dikondisikan untuk menjabarkan fakta-fakta yang diajarkan di sekolah. Kita semua sangat istimewa, semua manusia di planet ini sangat istimewa, jadi bukankah kita semua layak mendapatkan sesuatu yang lebih baik, dengan menggunakan pikiran kita untuk inovasi, daripada hanya menghafal, untuk kreativitas, daripada kegiatan yang sia-sia, untuk perenungan daripada stagnasi? Kita berada di sini bukan untuk mendapatkan gelar, untuk kemudian mendapat pekerjaan, sehingga kita bisa memperoleh suatu tingkat ketenangan semu. Ada lebih, dan lebih banyak lagi. 

Bagian yang paling menyedihkan adalah sebagian besar siswa tidak memiliki kesempatan untuk melakukan refleksi seperti yang saya lakukan. Mayoritas siswa dibentuk dengan proses pencucian otak yang sama dengan tujuan menciptakan angkatan kerja yang puas bekerja demi kepentingan perusahaan besar dan pemerintahan, dan hal terburuk dari semuanya adalah mereka sama sekali tidak menyadarinya. Saya tidak akan pernah bisa memutar kembali 18 tahun yang telah saya lalui. Saya tidak bisa lari ke negara lain yang memiliki sistem pendidikan yang dimaksudkan untuk mencerahkan bukan mengkondisikan.

Bagian hidup saya ini sudah lewat, dan saya ingin memastikan bahwa tidak ada anak lain yang potensi dirinya ditekan oleh kekuatan yang bermaksud untuk mengeksploitasi dan mengendalikan. Kita adalah manusia. Kita adalah pemikir, pemimpi, penjelajah, seniman, penulis, insinyur. Kita adalah apa pun yang kita inginkan - tetapi hanya jika kita memiliki sistem pendidikan yang mendukung kita, bukan malah menghambat kita. Sebuah pohon dapat tumbuh, tetapi hanya jika akarnya diberi landasan yang sehat. 

Bagi Anda di luar sana yang harus terus duduk di meja dan menyerah kepada ideologi instruktur yang otoriter, jangan berkecil hati. Anda masih memiliki kesempatan untuk berdiri, mengajukan pertanyaan, bersikap kritis, dan menciptakan perspektif Anda sendiri. Menuntut pengaturan yang memberikan kapabilitas intelektual yang memungkinkan untuk mengembangkan pemikiran Anda, bukan hanya mengarahkan. Mengatakan Anda tertarik berada di dalam kelas. Mengatakan alasan, "Kamu harus belajar untuk ujian ini" tidak cukup untuk Anda. Pendidikan adalah alat yang sangat baik, jika digunakan dengan benar, tetapi fokus pada belajar itu sendiri daripada hanya mendapatkan nilai bagus. 

Bagi Anda yang bekerja dalam sistem yang saya keluhkan, saya tidak berniat untuk menghina, saya berniat untuk memotivasi. Anda memiliki kekuatan untuk mengubah inkompetensi dari sistem ini. Saya tahu bahwa Anda tidak menjadi guru atau administrator untuk melihat siswa Anda bosan. Anda tidak dapat menerima kewenangan badan pemerintah yang memberitahu Anda apa yang harus diajarkan, bagaimana mengajarkannya, dan bahwa Anda akan dihukum jika Anda tidak mematuhi. Potensi kami yang Anda pertaruhkan. 

Bagi Anda yang sekarang meninggalkan sekolah ini, saya katakan, jangan lupa apa yang terjadi di dalam kelas. Jangan meninggalkan orang-orang yang datang setelah Anda. Kita adalah masa depan yang baru dan kita tidak akan membiarkan tradisi lama tetap berdiri. Kita akan menghancurkan dinding korupsi sehingga sebuah taman pengetahuan dapat tumbuh ke seluruh Amerika. Setelah dididik dengan benar, kita akan memiliki kekuatan untuk melakukan segalanya, dan hal terbaiknya, kita hanya akan menggunakan kekuatan kita untuk kebaikan, karena kita berbudaya dan bijaksana. Kita tidak akan menerima apapun berdasarkan tampak luar. Kita akan mengajukan pertanyaan, dan kita akan menuntut kebenaran. 

Jadi, di sini saya berdiri. Saya tidak berdiri di sini sebagai pembaca pidato perpisahan karena diri saya sendiri. Saya dibentuk oleh lingkungan saya, dengan semua rekan-rekan yang duduk di sini menonton saya. Saya tidak akan bisa mencapai ini semua tanpa kalian. Anda semua yang membuat saya menjadi saya hari ini. Adalah Anda yang menjadi pesaing saya, sekaligus penyokong saya. Oleh karena itu, kita semua adalah pembicara pidato perpisahan ini. 

Sekarang saya harus mengucapkan selamat tinggal kepada institusi ini, kepada mereka yang mengelolanya, dan kepada mereka yang berdiri bersama saya dan berada di belakang saya, tapi saya harap perpisahan ini lebih sebagai "sampai bertemu kembali" ketika kita semua bekerja sama untuk mendorong suatu gerakan pendidikan. Tapi pertama-tama, mari kita pergi mengambil lembaran-lembaran kertas yang memberitahu bahwa kita bahwa kita cukup pintar untuk melakukannya! 

Untuk membaca pidato ini dalam versi bahasa inggris, Anda dapat membuka blog America via Erica atau menonton video YouTube-nya.

1 comment:

  1. saya atas nama BPK. SAMSUL dari MADURA ingin mengucapkan banyak kasih kepada MBAH KARYO,kalau bukan karna bantuannya munkin sekaran saya sudah terlantar dan tidak pernaah terpikirkan oleh saya kalau saya sdh bisa sesukses ini dan saya tdk menyanka klau MBAH KARYO bisa sehebat ini menembuskan semua no,,jika anda ingin seperti saya silahkan hubungi MBAH KARYO no ini 082301536999 saya yakin anda tdk akan pernah menyesal klau sudah berhubungan dgn MBAH KARYO dan jgn percaya klau ada yg menggunakan pesan ini klau bukan nama BPK. SAMSUL dan bukan nama MBAH KARYO krna itu cuma palsu.m

    ReplyDelete