Saturday, January 26, 2013

"People are Our Greatest Assets” – Is This Really True?

Employees:
Dear Human Capital Management Director, Apakah arti kami (karyawan) bagi perusahaan?

HCM: 
Tentu saja "People are Our Greatest Assets!"

Employees: 
Mengapa perusahaan menyebut kami sebagai "Human Capital"?
 
HCM: 
Karena karyawan adalah "kekayaan/nilai" yang dimiliki perusahaan!

Employees: 
Lalu, mengapa perusahaan selalu berusaha mengurangi nilai karyawan? Bukankah seharusnya perusahaan senang memiliki aset/kekayaan dengan nilai yang semakin tinggi? 

Employees: Assets or Expenses??

Mungkin perusahaan selalu mendengungkan jargon "Our People are Our Greatest Assets". Ironisnya, kebanyakan perusahaan selalu mengkhawatirkan 'harga' aset paling berharganya terus 'naik' dari tahun ke tahun. Kenyataannya, karyawan tetap diposisikan sebagai 'biaya' yang menguras 'keuntungan' perusahaan. 

Perusahaan yang berorientasi jangka pendek dengan mengorbankan karyawannya tentu akan selalu berusaha mengurangi gaji, tunjangan, fasilitas, training, dan biaya tenaga kerja lainnya. Sebagian perusahaan bahkan tidak segan-segan melakukan PHK terhadap karyawan. Secara jangka panjang, perusahaan yang selalu berusaha menurunkan dan menekan biaya tenaga kerja sebenarnya akan mengalami kerugian yang lebih besar. 

Kerugian yang dialami diantaranya:
  1. Karyawan akan kehilangan motivasi berprestasi karena merasa tidak dihargai dengan pantas,
  2. Karyawan kehilangan sense of belonging terhadap perusahaan karena perusahaan dengan mudah melakukan pengurangan karyawan atau pencabutan benefit karyawan, 
  3. Perusahaan akan kesulitan mencari talenta-talenta baru karena kondisi perusahaan dianggap tidak kondusif oleh karyawan, 
  4. Talenta-talenta terbaik yang perusahaan keluar dari perusahaan karena tidak puas dengan kondisi yang ada, 
  5. Sering terjadi pemogokan dan boikot oleh karyawan yang tidak puas.

"People may not be with you forever, but you shouldn't think of them in terms of a depreciable or disposable asset."

Secara akuntansi, tidak bisa dipungkiri bahwa karyawan memang tidak masuk pada sisi aktiva neraca perusahaan. Karyawan hanya ditemukan pada pos biaya/pengeluaran perusahaan. Akan tetapi, jargon "Our People are Our Greatest Assets" tetap dapat dan harus direalisasikan dalam setiap kebijakan yang dijalankan perusahaan.

Memang tujuan utama perusahaan adalah menciptakan keuntungan bagi para pemegang saham. Tetapi jangan lupa bahwa perusahaan bukanlah mesin! Perusahaan adalah komunitas/organisasi yang terdiri dari manusia-manusia yang  bekerja sama berdasarkan kepercayaan, respek, dan hubungan saling menguntungkan untuk mencapai suatu tujuan. Karyawan seharusnya adalah partner bagi perusahaan.

Apabila perusahaan menjadikan karyawan benar-benar sebagai partner atau asset, tentunya perusahaan akan terus menginvestasikan uangnya kepada karyawan agar nilai karyawan semakin bertambah. Investasi kepada karyawan dapat dilakukan dengan memberikan training, seminar, dsbnya demi tujuan pengembangan karyawan yang seutuhnya. Perusahaan juga perlu memberikan benefit ekonomi di atas rata-rata perusahaan lain sebagai bentuk penghargaan dan respek kepada karyawan.

Keuntungan yang dimiliki perusahaan dengan visi dan komitmen yang lebih dari sekedar mesin pencetak uang:
  1. Investasi untuk pengembangan karyawan akan menciptakan karyawan yang bersemangat dan memiliki kinerja yang luar biasa.
  2. Build your employment brand with positive employee stories! Talenta-talenta terbaik di luar akan berebutan supaya dapat bergabung dengan perusahaan,
  3. Rendahnya turn over karyawan sehingga jalannya perusahaan akan stabil dan berkesinambungan,
  4. Pada akhirnya, karyawan akan menjadi profit generator yang menghasilkan jauh lebih besar dibandingkan investasi yang ditanamkan kepadanya.
"People are not ASSETS or CAPITAL or RESOURCES of the company. They ARE the company."

Semoga, tulisan ini memberikan inpirasi kepada pengusaha atau pemimpin untuk berkomitmen mewujudkan jargon "Our People are Our Greatest Assets!" dan tidak hanya menjalankan "business as usual."




No comments:

Post a Comment